06.30.08
Posted in Uncategorized at 1:54 am by wieok
Sebagai pengguna rutin jalan tol, angka petunjuk kilometer di tengah antara jalan kiri dan kanan, amatlah penting buat saya. Selain sebagai petunjuk sudah berapa jauh saya berjalan, juga sebagai patokan di mana saya berada, dan akan berapa jauh lagi saya akan sampai di pintu keluar tujuan saya. Tentunya selain untuk mengurangi rasa bosan bila berkendara dalam kesendirian.
Dari sekian banyak petunjuk kilometer yang ada, ada satu yang hampir selalu mengusik perhatian saya. Letaknya di cawang, di antara tol dalam kota - cawang - cikampek.
Sampai saat ini, hanya papan petunjuk itulah (yang saya ketahui), yang menunjukkan angka NOL!
Di titik itulah, awal perhitungan kilometer tol cawang - grogol - pluit di mulai.
Di titik itulah, awal perhitungan kilometer tol cawang - cikampek - padalarang - cileunyi di mulai.
Dari titik itu juga, angka 31 di tol cawang - cikampek menandakan pintu keluar untuk cikarang.
Dari titik itu pula, angka 12 berarti pintu keluar di depan slipi jaya berjarak 12 km dari titik nol tersebut.
Dari kilometer NOL itulah, perhitungan di mulai.
Di sadari atau tidak, segala sesuatu dalam kehidupan ini di mulai dari titik NOL. Titik NOL sebagai titik awal, dalam setiap langkah, dalam setiap kegiatan, dalam setiap aktivitas, utamanya kita sebagai manusia.
Pembangunan gedung tertinggi di dunia selalu di mulai dari titik nol, yang bisa jadi berupa sebuah ayunan pacul di sebuah bidang tanah yang tidak rata.
Pembuatan Airbus 380 sebagai pesawat terbesar di dunia saat ini pastinya juga di mulai dari titik NOL, yang bisa jadi berupa coret2an di kertas putih yang semula bersih.
Titik NOL adalah kilometer NOL, bila anda ingin membuatnya secara terukur.
Tentukan Kilometer NOL dalam setiap langkah anda, setiap kegiatan anda, setiap agenda anda, setiap proyek anda, setiap pekerjaan anda, dan mulailah melangkah,
tahap demi tahap, untuk mencapai tujuan dan sasaran kegiatan anda, seperti roda mobil melangkah meter demi meter, untuk mencapai tujuan perjalanannya.
Sama seperti berkendara, anda memang tidak bisa selalu menginjak gas untuk sesegera mungkin sampai di tempat tujuan.
Anda harus pintar memainkan persneling, kopling dan rem.
Anda harus pintar melihat kiri dan kanan.
Tetapi anda harus selalu fokus ke depan.
Mungkin anda memang harus mundur beberapa meter ke belakang.
Namun itu adalah untuk semakin memuluskan anda melaju ke depan.
Mungkin juga “kendaraan” di kiri atau kanan anda melaju lebih cepat dari anda.
Namun anda juga pasti telah mendahului banyak mobil yang berjalan lebih lamban dari anda.
Hingga akhirnya anda tiba di tujuan anda.
Semua itu dimulai dari Kilometer NOL.
Segera, tentukan Kilometer NOL untuk diri anda.
Permalink
04.28.08
Posted in Uncategorized at 2:49 am by wieok
Minggu kemarin, 27 april 2008, selepas menghadiri acara kantor (peresmian pabrik yang baru dan launching produk baru) di semarang pada hari sabtu, 26 april 2008, saya balik ke Jakarta dengan menggunakan Mandala Air.
Sebelumnya saya mendapat image yang kurang bagus tentang Maskapai ini, karena sebelumnya saya sempet membaca berita di okezone.com, tentang Mandala yang delay sampai 10 jam. Juga sempet membaca posting-nya mas Romi Satrio Wahono, yang tidak cuma delay, tetapi gagal terbang di hari yang sama tanpa kabar berita!
Namun yang terjadi pada hari itu adalah hal yang pertama kali dari semua penerbangan yang pernah saya alami. Jadwal terbang di tiket tertera jam 15.40 WIB, saya check in jam 13.20-an (karena ada rumor yang mengatakan ada rombongan besar yang akan mem-booking pesawat, jadi check in lebih awal agar kursi gak di serobot, he he he, masih tinggal di Indonesia sih!), lalu keluar bandara untuk cari makan sebentar, balik bandara lagi jam 14.30an. Jam 14.45, ada pesawat yang mendarat dari Jakarta, ternyata Mandala. Wah kalau ini pesawat yang akan mengangkut saya ke Jakarta, berarti on time sekali nih, pikir saya.
Ternyata benar, jam 15.00, telah adalah panggilan untuk boarding untuk penerbangan Mandala ke Jakarta. Para penumpang segera antri. Jam 15.20an, hampir seluruh pesawat telah terisi penumpang. Dan jam 15.30, pesawat telah bergerak untuk segera take off!
Bravo Mandala! Penerbangan saya delay selama -10 menit (minus sepuluh menit!), dari jadwal yang seharusnya, 15.40 WIB. Kepada management Mandala, jika anda terus bersikap dan berlaku seperti itu, saya yakin maskapai anda akan menjadi pilihan nomor satu bagi orang-orang yang menghargai waktu dan hendak on time tiba di tujuan.
Permalink
04.25.08
Posted in Uncategorized at 5:45 am by wieok
Jalur perjalanan yang saya tempuh dari rumah ke kantor setiap paginya, bila tidak melewati Tol Janger (Jakarta - Tangerang, belum lama saya tahu istilah ini, mungkin gak mau kalah dengan Jagorawi atau Cipularang!), maka saya lewat Daan Mogot melalui perempatan Cipondoh.
Hari ini, 25 April 2008, kebetulan saya mengambil rute yang nomor 2. Sepanjang perjalanan banyak terdapat papan reklame, mulai dari Rokok, Minuman Ringan, Operator GSM dsb. Ada 1 (satu) papan reklame yang menarik perhatian saya, sebuah penunjuk arah dan jarak sebuah hipermarket, Hypermart. Papan reklame tersebut terletak di daerah kebon besar - Tangerang, Daan Mogot km 20an.

Di situ tertulis jelas, arah panah keatas (yang berarti lurus), sejauh 1 km, ada Hypermart di Mall (Mal?) Matahari Puri Daan Mogot. Iseng2, saya reset pengukur jarak di mobil saya, menjadi 0 (nol), tepat di bawah papan reklame tersebut. Tiba di lampu merah Mal Matahari Daan Mogot, ternyata angka menunjukan 4 koma sekian kilometer. Hypermart terletak agak ke dalam dari lampu merah tersebut, sekitar 300-400an meter. Saya tidak melewati persis Hypermart karena saya harus ambil jalan terus lurus ke arah Grogol.
Dari angka2 tersebut, saya berkesimpulan:
1. Hypermart melakukan kebohongan publik, dengan mencantumkan jarak 1 km, padahal sebenarnya 4 km lebih. atau,
2. Hypermart mempunyai ukuran satuan km yang tidak standart, dimana 1 km = 1000 meter. Mungkin 1 km Hypermart = empat koma sekian km standart. atau,
3. Mobil saya perlu di tera ulang untuk penghitung jaraknya.
Hmmm, saya koq lebih percaya sama mobil saya ya.
Setelah Sumur Bor ke arah Cengkareng sebenarnya ada penunjuk jalan serupa dari hipermarket saingan Hypermart, yang juga menunjukkan angka 1 km untuk outletnya yang berada di Mal Taman Palem. Saya koq juga ragu sama angka tersebut. Nanti kapan2 saya akan photo dan ukur juga bila ada kesempatan.
Bila ada pihak2 yang berkepentingan dan bisa merubah papan reklame tersebut, mbok ya tolong di perbaiki/di revisi.
Jika angka yang terdapat di papan reklame saja sudah tidak standart (jika tidak mau di sebut tidak benar alias bohong!), jangan-jangan harga-harga yang terdapat di rak-rak toko juga tidak standart. (?). Semoga tidak demikian ya.
Permalink
04.23.08
Posted in Family Biasa at 2:08 am by wieok
Kemarin, 22 april 2008, Mikolas datang ke sekolah (disuruh) memakai baju daerah. Pengumumannya sudah sejak 2 minggu yang lalu. Sempat terpikir beberapa alternatif baju daerah mana yang akan di pakai. Batik Jawa, Madura (kayak tukang sate yang sering lewat, baju hitam dengan kaos putih belang merah), atau Baju Betawi kayak si Jampang atau Bang Foke!
Proses hunting baju daerah untuk anak2 ternyata agak2 susah, bahkan boleh dibilang jarang ada yang jual.
Setelah muter2, akhirnya “popo” Mikolas berhasil mendapatkannya di pasar tanah abang. Ada 2 model yang dibeli, baju adat jawa dan baju adat betawi.
Setelah proses “fitting”, akhirnya diputuskan Mikolas memakai baju adat betawi.
Coba lihat gambar terlampir, dengan baju adat tersebut, Mikolas terlihat gagah dan ganteng (he he he, my lovely Son gitu lho!).
Bahkan dia berhasil menggaet seorang cewek di kelasnya
Happy Kartini (Kartono?) Day!
Permalink
04.14.08
Posted in Family Biasa at 6:31 am by wieok
Kemarin, 13 april 2008, diadakan selamatan/syukuran (baca: pembacaan doa) atas rumah baru kami di daerah kota modern Tangerang (cluster pasadena).
Terimakasih saya ucapkan kepada pada relasi (and family) yang telah ikut serta dalam acara tersebut, khususnya kepada Bapak King Him (maaf jika salah eja), yang telah memimpin acara tersebut.
Sebenernya rumah tersebut telah kami tempati sejak tanggal 6 april 2008 yang lalu, hampir 26 bulan (2 tahun lebih) sejak rumah tersebut saya pesan ke pengembang (PT. Modern Realty tbk).
Serah terima rumah dilakukan per Desember 2007 yang lalu, tidak bisa langsung di tempati karena tetangga sebelah rumah sedang dalam tahap pembangunan, sedikit banyak pasti mengganggu rumah kami tersebut, dan masih ada beberapa hal kecil yang menjadi tanggung jawab pihak pengembang untuk di perbaiki. (dan masih ada yang perlu diperbaiki sampai dengan tulisan ini dibuat).
Syukurlah sekarang kami telah menempati rumah tersebut. Semoga berkah kebijaksanaan selalu menaungi kami dalam rumah tersebut.
Permalink
« Previous entries ·