02.06.06
Untuk siapa anda bekerja?
Pernahkah anda berpikir untuk siapa diri anda bekerja?
Untuk keluarga anda? untuk diri anda? atau untuk orang lain?
Misal gaji anda 1 juta rupiah. Berapa yang bisa anda tabung? 100 ribu? 200
ribu? atau tidak sama sekali?
Jika anda tidak bisa menabung atau bahkan minus (dgn bantuan credit card
misalnya),
maka anda TIDAK bekerja untuk diri anda. Anda bekerja untuk ORANG LAIN.
Bisa jadi anda bekerja untuk PLN.
Bisa jadi anda bekerja untuk TELKOM atau Perusahaan Jasa Selular.
Bisa jadi anda bekerja untuk BANK.
Bisa jadi anda bekerja untuk PERTAMINA.
Bisa jadi anda bekerja untuk toko-toko di Mal2 yang sering anda kunjungi.
Bisa jadi anda bekerja untuk Bioskop 21.
Bisa jadi anda bekerja untuk Warung Rokok sebelah rumah anda.
Bisa jadi anda bekerja untuk bla… bla… bla…
Lho koq bisa?
Iya, sebab penghasilan anda digunakan untuk menambah pundi-pundi uang mereka
tersebut diatas.
Uang anda habis untuk bayar listrik.
Uang anda habis untuk bayar pulsa.
Uang anda habis untuk bayar bunga credit card, bunga cicilan rumah, bunga2
lainnya.
Uang anda habis untuk beli bensin.
Uang anda habis untuk beli baju, barang elektronik, dsb.
Uang anda habis untuk nonton.
Uang anda habis dibakar jadi abu melalui rokok.
Uang anda habis dah pokoknya….
Lalu bagaimana cara bekerja untuk diri sendiri?
Bayarlah diri anda terlebih dahulu.
Bayarlah diri anda dengan 20 % atau 30 % dari pendapatan anda, simpan di
tempat yang aman.
Bisa di simpan di bank.
Bisa di simpan di celengan semar.
Bisa di simpan di bawah kasur.
Lalu sisanya, baru bayar orang lain.
Bagaimana kalo tidak cukup untuk bayar orang lain?
Ada 2 (dua) alternatif.
Pertama, tambahlah pendapatan anda.
Caranya terserah, yang penting halal.
Minta naik gaji kek, kerja overtime kek, usaha apa aja kek, yang penting
pendapatan naek.
Kalo gak bisa cara pertama, cara yang kedua adalah KURANGI bayar-bayar buat
orang lain.
Kurangi nonton TV, hemat listrik.
Kurangi nelpon-nelpon yg gak penting, hemat pulsa.
Kurangi gesek-gesek credit card.
Kurangi jalan-jalan yg ngabisin bensin.
Kurangi ke Mal.
Kurangi nonton bioskop.
Kurangi yang lain-lain yang gak penting-penting amat.
Jadi, mulailah bayar diri anda saat ini.
1 tahun ke depan, lihat isi tabungan anda di bank.
1 tahun ke depan, lihat isi celengan semar anda.
1 tahun ke depan, lihat isi bawah kasur anda.
Percayalah, dengan membayar diri anda mulai sekarang, suatu saat nanti anda
akan “dibayar” oleh uang anda.
Jadi, SUDAHKAH ANDA MEMBAYAR DIRI ANDA BULAN INI?
Popularity: 2% [?]

Iwan Junifanto said,
February 29, 2008 at 15:27
// posting ini telah dibaca oleh Iwan Junifanto //